Ayam Rajawali

 

Alkisah di suatu perkampungan hiduplah seorang pemburu. Suatu hari dia naik ke bukit yang penuh batu cadas untuk menangkap rajawali. Sesampai di sarang rajawali, dia hanya menemukan sebutir telur. Daripada pulang sia-sia, telur tersebut dibawanya pulang dan diletakkannya di induk ayam yang sedang mengeram. Singkat cerita, semua telur yang dieramkan menetas, anak ayam muncul satu-satu, begitu juga dengan anak rajawali. Hari demi hari dilalui sang anak rajawali dengan perilaku ayam, karena dia mengira dirinya ayam.

Ia mengais-ngais tanah, memakan cacing, bermain di selokan, dan segala perilaku layaknya seekor anak ayam. Suatu hari, rajawali dan anak-anak ayam itu dikejar musang, mereka lari terbirit-birit, dan bersembunyi. Ditengah-tengah kepanikan dan ketakutan luar biasa itu, sang anak rajawali menengadah ke langit dan terlihat olehnya seekor rajawali dewasa terbang gagah membelah awan. Terlintas dalam benaknya, ia ingin bisa terbang seperti rajawali itu, begitu gagah dan perkasa tampaknya, dan ia mulai mencoba mengepak-ngepakkan sayapnya, namun tiba-tiba anak ayam yang lain berceloteh;
Anak ayam: “Hei sedang apa kau? Kita ini ayam, bukan rajawali, dan ayam itu tidak bisa terbang, selamanya ayam itu tidak bisa terbang, selamanya ayam tidak akan pernah bisa terbang…”

Semangat sang anak rajawali pun surut dan cita-citanya mundur teratur, dan dia ikut bersembunyi bersama anak ayam lainnya. Karena “ketidaktahuan”, banyak orang melewati hidupnya dengan sia-sia.

Sadari kemampuan diri sendiri, hati-hati terhadap “nasehat” yang menghambat, kembangkan potensi yang ada dalam diri kita.

Sumber gambar: Gregg Obst

Persekutuan Mahasiswa Kristen Universitas Padjadjaran

Latest posts by PMK UNPAD (see all)

You may also like...

1 Response

  1. Sauland Sinaga says:

    Mantap tulisannya ..

Leave a comment

%d bloggers like this: