Hidup adalah Anugerah

Life

Pertanyaan sederhana, manusia hidup untuk siapa? Apa yang  mendasari manusia hidup? Kesederhanaan ini akan menjadi jawaban kompleks di benak kita. Berbicara masalah hidup, memang tidak menarik untuk dibahas. “Saya sudah hidup di dunia ini rasanya sudah cukup. Tanpa saya harus memikirikan kenapa saya bisa hidup.” Asumsi ini pada umumnya ada disetiap diri manusia. Sebenarnya lebih menarik bagi kita membahas berita atau pun informasi mengenai politik, ekonomi, sosial, dan hukum dari pada keberadaan kita di dunia ini. Mengapa demikian? Karena sepintas lalu bidang kajian ini dapat membawa manfaat yang besar bagi kita daripada sekedar berbicara tentang memaknai hidup.

Tanpa kita sadari, keberadaan kita di dunia membuat kita bisa eksis. Berperan aktif di unit kegiatan mahasiswa (UKM), ikut serta dalam partai politik, bahkan banyak kegiatan lain yang bisa kita ikuti. Semuanya hanya karena kita hidup di dunia ini. Hidup merupakan anugerah terindah yang Tuhan berikan. Artinya, Tuhan memiliki tujuan terhadap ciptaannya. Bukan berarti hidup kita merupakan hadiah cuma-cuma seperti pemenang undian dadakan. Banyak pertimbangan mengapa Tuhan menciptakan kita di dunia ini. Mandat Tuhan adalah agar kita dapat menguasai bumi serta isinya untuk memuliakan Tuhan (Kejadian 1:28). Faktanya, mandat itu tidak sepenuhnya dilaksanakan manusia. Kegiatan-kegiatan negatif  sering terjadi dan hampir ada dalam kehidupan manusia. Melihat kondisi ini, Tuhan sangat sedih. Ia tidak seperti polisi, ketika melihat seorang perampok lari sambil membawa barang hasil jambretannya lalu menembak kakinya agar dapat ditangkap. Tuhan juga tidak seperti massa, ketika melihat pencuri berusaha kabur lalu mengejarnya dan menghakiminya. Tetapi, Tuhan adalah kasih. Kasih setianya tidak pernah habis untuk manusia.

Oleh karena itu, pernahkah manusia mensyukuri yang Tuhan berikan? Pernahkah manusia senantiasa melaksanakan mandat yang Tuhan berikan? Sudah seharusnya manusia menyadari kekurangan dan kelemahan manusia di hadapan Tuhan. Tuhan lebih dulu mengasihi manusia. Mengapa manusia susah untuk mengasihi dan melayani Tuhan?

Belajarlah untuk mencintai Tuhan melalui hidup yang Ia berikan kepada manusia. Tuhan menghendaki manusia untuk berdoa dengan ucapan syukur ketika menghadapi masa depan yang tidak pasti, ketika sedang patah hati, dan ketika masa kekurangan menimpa. Karena Tuhan tidak ingin hidup manusia sia-sia. Tuhan ingin hidup manusia bermakna.

Penulis : Dian Prana Putra Hutajulu, Paramedia PMK UNPAD.

Sumber gambar : Wes Peck

The following two tabs change content below.
I am a simple person and my life are not free from various problems confronting. And one thing that I believe is God have wonderful plan for our lives. I love Jesus Christ.

Latest posts by Dian Prana Putra (see all)

You may also like...

1 Response

  1. Sabrina says:

    Pioneers of Missions stated: The focus of man is that to know God and to make Him known. To enjoy God and to glorify His name.
    So let's work out our salvation by using the most of opportunity to enhance and excell our potentials, talents, spiritual gifts, hobbies, and other things so that God's plan be fulfilled in our lives.

Leave a comment

%d bloggers like this: