Sejarah Kepengurusan

Pelayanan dan pembinaan untuk mahasiswa Kristen di Kampus UNPAD memang terbilang kompleks. Ada beberapa bentuk lembaga yang terlibat di dalamnya, baik yang berasal dari dalam kampus maupun dari lembaga luar kampus, baik yang sifatnya interdenominasi maupun yang condong pada satu denominasi. Kompleksitas ini memang tak lepas dari sejarah perkembangan pelayanan mahasiswa Kristen baik di kampus wilayah Jatinangor maupun secara umum di Kota Bandung. Membicarakan kepengurusan PMK UNPAD, sebagai bagian penting dalam pelayanan tersebut, tentu harus berpijak dari kenyataan masa lalu seperti ini. Hal ini semakin dirasa perlu, mengingat kebanyakan para pekerja dalam pelayanan mahasiswa Kristen di kampus ini adalah orang-orang yang senantiasa baru dan sering mengabaikan keunikan karakteristik pelayanan mahasiswa Kristen di kampus UNPAD.

Benih-benih Awal : 1950an – 1970an

Secara rohani kita tentu mengamini, dimana ada dua atau tiga orang berkumpul di dalam nama Kristus, disitu telah terbentuk persekutuan Kristen, karena kehadiran Sang Raja di dalamnya. Maka dari itu, tentu secara rohani persekutuan mahasiswa Kristen UNPAD telah ada sejak adanya mahasiswa Kristen di kampus ini. Saat UNPAD secara resmi berdiri tahun 1957, kita mengetahui beberapa orang mahasiswanya adalah pengikut Al-Masih. Senior sekaligus salah seorang pembina kita, Prof. (Em.) Dr. Mangantar Daud Silalahi memberi kesaksian bahwa di era beliau menjadi mahasiswa (akhir 1950-an hingga awal 1960-an), beliau dan rekan-rekan mahasiswa Kristen lain beberapa kali berkumpul untuk berdoa dan berdiskusi. Tempat yang sering mereka pakai adalah pelataran Laboratorium Kimia Kampus Dipati Ukur, yang sekarang menjadi bangunan Masjid UNPAD.

Corak dan gaya pelayanan mahasiswa yang dikembangkan secara mandiri oleh Prof. Daud dan rekan-rekannya itu tentu berbeda dengan yang dilakukan oleh kebanyakan pelayanan mahasiswa Kristen saat ini. Mereka lebih banyak berfokus pada pengembangan keilmuan selaku tanggung jawab mahasiswa Kristiani. Diskusi isu-isu tertentu menjadi bentuk utama pelayanan dan pembinaan yang mereka lakukan ditambah sesekali kegiatan perayaan hari besar Kristiani. Sayangnya tanpa pembakuan pola gerak dalam organisasi, apa yang mereka lakukan memang perlahan menghilang, tidak diteruskan oleh generasi berikutnya.

Agak sulit mendeskripsikan lebih jauh tentang persekutuan mahasiswa Kristen di era ini, mengingat sangat sedikitnya dokumentasi selain cerita lisan dari para tetua kita itu. Namun mereka setidaknya memberi sumbangsih bahwa mahasiswa Kristen dapat berperan dalam upaya mencari jawab atas permasalahan aktual, serta menyelaraskan keilmuan dan keimanannya. Hal ini mungkin kurang ditekankan di era-era berikutnya, termasuk pada masa kita. Dimana pelayanan mahasiswa Kristen sering terkotak pada ekstrem yang “terlalu rohani” atau “terlalu sekuler”.

Lembaga Pelayanan, Gerakan Kemahasiswaan Kristen dan Persekutuan Kampus: 1970-an – 1998

Tren pelayanan mahasiswa secara personal (dalam bentuk seperti kelompok PA), acara persekutuan yang lebih teratur dan bentuk persekutan kampus yang lebih terorganisir, memang sudah mulai masuk ke Indonesia sejak akhir 1960-an. Di awal 1970-an, lembaga pelayanan seperti Para Navigator, PERKANTAS, dan LPMI sudah mulai berkembang di berbagai tempat di Indonesia dan juga merintis persekutuan-persekutuan kampus. Di sisi lain, lembaga Kristen yang bentuknya pergerakan pemuda/mahasiswa (misal GMKI, GAMKI dan PMKRI) juga sudah semakin teratur dalam merekrut dan membina kadernya yang kebanyakan mahasiswa. Secara khusus di Kota Bandung, pada masa berikutnya (akhir 1970-an hingga awal 1980-an) juga ada lembaga-lembaga independen yang turut membina mahasiswa Kristen. Ada yang bercorak interdenominasi seperti Persekutuan Mahasiswa Open-House (yang akhirnya memilih untuk menginduk ke PERKANTAS), ada pula yang agak condong  ke denominasi karismatik seperti Pelayanan Mahasiswa Sion yang dipelopori oleh YPIB (Yayasan Pekabaran Injil Bandung, yang akhirnya menjadi lembaga gereja bernama GKKD). Selain semuanya tadi, banyak pula para pengurus lembaga Kristen lain, terutama pelayanan pemuda di lembaga gereja,yang turut membina mahasiswa Kristen.

Di masa-masa itu atmosfir kegerakan rohani Kristen di Bandung, terutama pelayanan pemuda dan mahasiswanya, memang kelihatan sedang semangat-semangatnya. Mahasiswa Kristen UNPAD sedikit banyaknya pastilah terlibat dalam dinamika tersebut. Sejauh yang kita ketahui pelayanan Para Navigator sudah mulai melakukan pembinaan intensif untuk mahasiswa Kristen di UNPAD pada akhir 1970-an dan pada masa itu menjadi lembaga pelayanan yang cukup dominan di Kampus UNPAD. Di era 1980-an Pelayanan Mahasiswa Sion juga sudah mulai banyak membina mahasiswa Kristen UNPAD. Ada juga beberapa orang mahasiswa UNPAD yang secara pribadi mengikuti pembinaan di gerakan kemahasiswaan Kristen, Persekutuan Open-House dan lembaga Kristen lainnya.

Mahasiswa Kristen di UNPAD semakin banyak jumlahnya. Kenyataan ini mendorong beberapa orang, yang kebanyakan dibina oleh Pelayanan Para Navigator, mempelopori berdirinya Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) se-kampus UNPAD. Strukturnya tentu sangat mirip dengan struktur pendukung pelayanan mahasiswa di Para Navigator. Abang sekaligus salah seorang dosen agama kita, Drs. Eddy Sihombing, adalah salah seorang pendiri sekaligus ketua pertama persekutuan tersebut. Beliau memberi kesaksian bahwa di masa-masa itu memang ada beberapa kali perselisihan di PMK. Hal ini wajar terjadi mengingat latar belakang lembaga pembina mahasiswa yang berbeda-beda, terutama antara anggota PMK yang dibina di Pelayanan Para Navigator dengan yang dibina di Pelayanan Sion. Namun sampai beberapa tahun persekutuan ini masih langgeng dan melakukan berbagai kegiatan. Sebelum akhirnya tidak kedengaran gaungnya lagi di awal 1990-an.

Persekutuan Mahasiswa Kristen yang dibentuk oleh rekan-rekan dari Para Navigator tadi memang belumlah mencakupkan jangkauannya pada seluruh mahasiswa Kristen UNPAD. Beberapa mahasiswa juga membentuk persekutuan yang skalanya lebih kecil (tingkat fakultas). Kita mencatat PMK FKU dan PMK FMIPA sebagai salah satu pelopor persekutuan kampus untuk tingkat fakultas. Pemindahan beberapa fakultas ke wilayah Jatinangor semakin mendorong terbentuknya persekutuan kampus dalam tingkat fakultas, mengingat sulitnya koordinasi jika harus selalu berpusat di Bandung. PMK FASA dan KMPK FAPERTA di Jatinangor serta PMK FH dan PMK FE di Bandung adalah persekutuan kampus yang terbentuk kemudian, meski tidak semuanya tetap langgeng melakukan regenerasi (PMK FH misalnya bubar di akhir 1990-an dan baru dibentuk lagi tahun 2005, atau KMPK FAPERTA dan PMK FASA yang sempat beberapa tahun mengalami kevakuman kepengurusan).

Di masa-masa ini tentu muncul kerinduan untuk mempersatukan setiap elemen pelayanan mahasiswa Kristen di kampus UNPAD. Pada kisaran 1990-1996, beberapa kali diupayakan tim formatur untuk membentuk kembali kepengurusan PMK UNPAD, dan beberapa kali pula terbentuk kepengurusan PMK UNPAD dengan fokus utama kegiatannya adalah perayaan hari-hari besar Kristiani (Natal dan Paskah se-UNPAD). Sayangnya inisiatif ini seringkali berasal dari elemen luar kampus, seperti lembaga pelayanan dan gerakan kemahasiswaan Kristen. Persekutuan-persektuan di tingkat fakultas umumnya masih berfokus pada perintisan pelayanannya.

Setelah pembentukan tim formatur kepengurusan PMK UNPAD gagal dua kali di tahun 1996 dan 1997, beberapa aktivis pelayanan (Para Navigator, Sion dan PERKANTAS) dan aktivis gerakan kemahasiswaan Kristen (GMKI) akhirnya bersepakat untuk membentuk kepengurusan PMK UNPAD yang baru, dengan tujuan menjadi wadah pemersatu seluruh elemen pelayanan mahasiswa Kristen di UNPAD. Para pengurus persekutuan Kampus (khususnya PMK FKU dan PMK FMIPA) sempat menghadiri beberapa pertemuan untuk pembentukan tersebut, namun memang tidak terlibat dalam pengambilan keputusan selanjutnya. Walhasil, sekitar akhir Agustus 1998 terbentuklah kepengurusan PMK UNPAD yang berusaha merangkul semua elemen tadi, dengan Bang Haslan Damanik (mahasiswa FISIP 1996, aktifis Pelayanan Sion dan GMKI) sebagai ketuanya dan bekerjasama dengan sekitar 40 orang pengurus.

 

Lihat juga: Profil Kepengurusan Persekutuan Paramedia

The following two tabs change content below.
Persekutuan Mahasiswa Kristen Universitas Padjadjaran

Latest posts by PMK UNPAD (see all)

1 Response

  1. diperbaiki lagi narasi, detail dan data sejarahnya.

Leave a comment

%d bloggers like this: