Renungan tentang pacaran dan pernikahan

 

Shalom teman-teman… Kali ini saya mau bagiin sesuatu buat teman-teman tentang “pacaran” :D. Puji Tuhan beberapa waktu yang lalu saya baru saja ikut seminar di Jakarta dengan tema “pacaran boleh atau tidak?” selama 2 hari dan saya bersyukur banyak hal-hal yang saya belum tahu sebelumnya dibukakan disana, dan saya merasa pengen bagiin apa yang saya dapat lewat catatan ini.

 

Hari ke-1

“Karakter, komitmen dan tanggung jawab. Tanpa ketiga hal tersebut Anda tidak dapat menjalani PACARAN apalagi PERNIKAHAN.”


3 Mitos Soal Cinta :

  • Cinta sejati menguasai segalanya (true love conquer all things) seperti di film-film Korea.
  • Cinta sejati adalah cinta pada pandangan pertama (kaya lagu R*N aja yah hehe).
  • Pasangan yang sempurna akan memuaskan kita secara sempurna (mau pasangan yang kaya, pinter, cinta Tuhan? Seharusnya kita berkaca dulu sebelum minta sama Tuhan. Kitanya seperti apa? 😀 )

Tidak salah cinta pada pandangan pertama ataupun mengharapkan pasangan yang baik, tapi kita jangan terpaku sama hal-hal itu aja, kalo cuma terpaku sama hal-hal itu doang gimana hubungan ke depannya? Cuma manis di awal-awal doang? Akhirnya hancur atau pisah? Buat apa? 🙂

8 jenis hubungan yang tidak akan berjalan dengan baik :

  • Anda lebih peduli kepada pasangan Anda daripada pasangan Anda ke Anda.
  • Anda jatuh cinta pada potensi, masa depan & kehebatannya daripada orangnya.
  • Anda ada di dalam hubungan dalam misi penyelamatan (merasa kasihan).
  • Anda tidak dapat melihat pasangan Anda sebagai teladan/model Anda, kalau mau yang baik kita harus punya standar dong.
  • Anda begitu tertarik hanya karena alasan eksternal belaka (Amsal 31:30).
  • Anda dengan pasangan Anda tidak pernah melewati masa-masa yang sama dalam kehidupan.
  • Anda memilih pasangan Anda karena pemberontakan.
  • Pasangan Anda terlalu sibuk dengan urusannya sendiri.

Jika Anda sungguh mencintai satu sama lain, lebih baik Anda mempertimbangkan pernikahan, jadi Anda punya IKAT JANJI (covenant) satu sama lain. Ikat janji tidak cuma pernikahan lho justru saat jalin hubungan kita juga ikat janji sama Tuhan dan pasangan kita :).

Pembicara : Ps. William Vun (Malaysia)

Hari ke-2 (Bagian 1)

Sebelum kita memulai hubungan/pacaran, kita harus tahu dulu apa itu definisi pacaran, pacaran itu apa sih? Pacaran itu idealnya adalah sebuah hubungan pria dan wanita DEWASA yang dilakukan dengan SERIUS untuk persiapan dalam pernikahan. Jelas sekali pacaran yang memiliki tujuan itu ga bisa main-main, ga bisa putus-nyambung, ga bisa gonta-ganti, ga bisa main-main karena semua dilakukan secara SERIUS untuk pernikahan :).

“Penghargaanmu terhadap tujuan pernikahanmu sangat menentukan penghargaanmu terhadap persiapan pernikahanmu.”

Tujuan Pernikahan :

  • Multiplikasikan gambar Allah bukan malah punya banyak anak! (Kejadian 1: 27-28).
  • Disitu jelas dibilang beranakcuculah, bukan berarti kita punya banyak anak begitu aja, tapi kita memMULTIPLIKASIKAN GAMBAR ALLAH pada keturunan kita. Tak heran kita liat banyak anak-anak yang liar, nakal, bandel atau apapun itu karena orang tua ga ngajarin, apalagi keluarga broken home, belum lagi sebagai anak kita banyak sekali terpengaruh hal-hal dari luar, dari pergaulan, jejaring sosial, televisi dll.
  • Keturunan Ilahi (Maleakhi 2:11-16).
  • Sangat jelas apa yang Tuhan inginkan, bukan hanya kuantitas, tapi juga kualitas kita, apakah gambar Allah ada pada kita?

“Kamu mungkin tidak bisa memilih siapa orangtuamu, tapi kamu BISA memilih siapa orangtua dari anak-anakmu nanti.”

“Ketertarikan dimulai dari siapa diri kita bukan apa yang ada pada kita.”


Prinsip Pacaran :

  • Dewasa (tahu siapa Allahnya, bangun hubungan sama Tuhan, Cinta Tuhan).
  • Jati diri dan gambar diri yang jelas (cari orang yang sedang bertumbuh, tahu tujuan hidup, nilai-nilai hidup, punya komitmen berubah). Hal-hal ini sebenarnya bisa dilihat dari keseharian kita, teknologi bisa membantu. Coba saja liat status Facebook atau tweet orangnya, pasti sedikit-banyak keliatan tuh hehe.
  • Amsal 17:12. Alkitab berbicara tentang pertobatan, mau diperbarui pertobatan kuncinya, HATI yang mengasihi Tuhan.
  • Tanggung jawab secara rohani dan secara jasmani. Persiapan itu sama pentingnya dengan pertempuran! Apa persiapan kita?
  • Dimulai dari dasar firman Tuhan (baca Alkitab jangan cuma dibaca, tapi direnungin, dilakukan dan dibagiin ke orang-orang yah, biar hikmat kita juga bertambah hehe)
  • Dukungan dari Tuhan, dari orang tua, dari pembimbing rohani. (Apa kamu sudah punya pembimbing rohani? Pastikan pembimbing rohanimu pun takut akan Tuhan dan tahu betul tentang dirimu)


Tips menemukan pasangan yang baik :

  • Jangan mulai sesuatu dari jatuh cinta, jangan terlalu cepat untuk memutuskan berpacaran, mulailah dari persahabatan :).
  • Buka mata, buka telinga, buka mulut (orang bilang cinta itu buta, cinta itu bisu, cinta itu tuli bahkan ada yang bilang cinta itu gila? Kalau kita sudah tahu kebenarannya harusnya kita buka deh apa yang harus kita buka ^^)
  • Prinsip pohon dan buah (bisa kita lihat dari jenis obrolannya, gaya bicaranya, bagaimana doi bersikap saat berada dalam masalah dan tekanan, sampai ke status Facebook and tweet bisa diliat ;))
  • Pelajari nilai hidupnya, apa yang berharga dan menjadi prinsipnya.
  • Bicaralah dengan pembimbing rohanimu :).

Diajarin doa juga loh, mau tahu caranya? Begini nih hehe minta Tuhan bukakan dengan jelas bagaimana kita menemukan pasangan kita dan siapa orang yang akan menjadi calon pasangan hidup kita.

Pembicara : Ps. Steven Imanuel

Hari ke-2 (Bagian 2)

5 faktor yang Anda harus waspadai dalam hubungan (bom waktu):

  • Perbedaan usia yang mencolok.
  • Perbedaan iman/keyakinan (baca Matius 18:19).
  • Perbedaan tingkat sosial.
  • Kemungkinan keterlibatan mertua atau calon mertua :D.
  • Hubungan jarak jauh.


Tanda-tanda hubungan yang sehat:

  1. Tuhan harus jadi urutan pertama.
  2. Anda bisa membedakan keintiman sahabat & keintiman pria ataupun wanita.
  3. Masing-masing menjaga hatinya dan kemurniannya dengan betul-betul (kewaspadaan).
  4. Tanyakan dirimu hal-hal berikut ini :
    • Apakah waktu bersama menggairahkan kerohanianmu?
    • Bagaimana prestasimu setelah memiliki hubungan dengannya? Lebih baik atau buruk?
    • Apakah Anda bisa menyatakan diri Anda dengan bebas? Atau bermain dengan kemunafikan?
    • Bagaimana perasaanmu saat pasangan berbicara lama dengan orang lain baik wanita maupun pria?

Jangan terlalu cepat masuk kedalam suatu hubungan-hubungan yang terlalu dekat, mulailah dari persahabatan. Cinta berbicara keputusan, keputusanmu akan mempengaruhi hasil akhirnya!

Bagi yang belum mempunyai pasangan ataupun sedang membangun hubungan ataupun dalam masa penantian (bahasa halusnya hehe) ini ada beberapa tips apa yang harus dilakukan selama masa penantian.

  • Kembangkan potensi dalam hidupmu.
  • Kembangkan karakter & tanggung jawabmu.
  • Belajar untuk melayani Tuhan.

Pembicara : Ps. Leonardo A. Sjiamsyuri

Baiklah teman-teman mungkin segitu dulu yang saya bisa bagikan buat teman-teman, dahsyat bukan? Mudah-mudahan lewat catatan ini pikiran kita semakin terbuka tentang seberapa pentingnya menjalin hubungan dengan lawan jenis, karena tentu wanita diciptakan sebagai penolong, keputusan yang terbaik akan menghasilkan hasil yang terbaik, tidak perlu tergesa-gesa, bangun hubungan sama Tuhan semakin dalam. Tuhan tahu kok yang terbaik buat kita… Buat masa depan, pendidikan, apapun yang kita lakukan saja Dia sudah sediakan yang terbaik, terlebih pasangan buat kita, Dia pasti sediakan yang terbaik buat kita. Tuhan memberkati kita sekalian.

NB: Bagi temen-teman yang merasa diberkati dengan catatan ini silakan bagikan tulisan ini ke temen-temen yang lain, biar yang lain bisa diberkatin juga hehe. 

Penulis: Allen Hirim Christianto, Pengurus Periode 13.

*Dirapikan dan direvisi dari sumber aslinya oleh sys.

Sumber gambar: orangeacid

The following two tabs change content below.
An ordinary Indonesian kid, who love to engineering happiness and making good things happen :).

Latest posts by Alvian Telaumbanua (see all)

You may also like...

10 Responses

  1. Ramly says:

    Tx atas artikelnya bang. Pacaran adalah suatu hal yang sering menjadi bahan diskusi dikalangan anak muda. yang menjadi sebuah pertanyaan adalah apakah pacaran itu sebuah keinginan atau kebutuhan, kalau hanya sekedar keinginan jangan pernah untuk mencoba.

  2. Tika says:

    makasih artikelnya bg, cukup terberkati dg artikelnya. Intinya pacaran itu harus dimulai dengan kesiapan bukan karena kesepian, karena pacaran adalah persiapan awal dari pernikahan. Jadi kalo pacaran untuk main-main aja mending pikir2 lagi deh, cuma buang-buang waktu, pikiran, tenaga, uang, dan airmata 😀 hahaha oke, semangat menjalin hubungan yang sehat denga sesama. GBU 🙂

  3. Hendrik says:

    fotonya kebesaran…

  4. Yoan says:

    terima kasih kak atas infonya 🙂

  5. Bensin says:

    nice share, min 🙂 ayo yang masih single, dibaca baik2.. bagus banget…

  6. Tiurma Maryani says:

    Manis sekali <3 Makasih yaa ^^

  7. Ronald says:

    Ah terlalu platonik memandangnya… jgn dibuat ribet juga sih. 😀

  8. Fred says:

    Setuju ama bg ronald

  9. Jakobus says:

    Cocok bngt, aplgi bwt org yg sedang waiting dlm penantian..
    Dan membangun karkter diri…

  10. Makasi buat artikelnya ini sangat membangun bagi para pemuda-di supaya tidak salah langkah dalam memngambil keputusan untuk berhubungan dengan nama CINTA

Leave a comment

%d bloggers like this: